Jumat, 02 Oktober 2015

Superhero




Siapa superheroku sebenarnya?
Ayah, iya ayah adalah superheroku saat ini ia yang slalu mengerti mauku tanpa aku meminta. Walau pun rumah bagiku seperti ada dalam penjara karena harus menaati peraturan peraturan yang ia berikan tapi aku sadar yang dilakukan ayahku hanya untuk membentuk diriku lebih kuat,sebagai gadis kecil yang akan menuju dewasa tak ada keberanianku untuk melawan setiap perkataannya.


Saat aku malas berangkat sekolah aku ingat betapa sulitnya ayah mencari uang ntuk biayai sekolahku,pulang dari bekerja ayah tak memperlihatkan letihnya didepanku karena ia mengajarkan ku agar tidak terlihat lemah,menghadapi lebih kesulitan, lebih tidak bergantung pada siapa pun.

Ayahku memang bukan yang terbaik tapi ayahku selalu berusaha menjadi yang terbaik untukku, kasihsayang selalu ia berikan padaku ia banting tulang memperas keringat setiap harinya. Namun hanya senyuman yang ia berikan,karena kebahagiaannya adalah melihat aku dan ibukku bahagia

Pada saat itu aku sudah lulus SMA ayahku menyuruhku masuk ke perguruantinggi, kurasa aku sudah punya cukup keberaniaan untuk menyampaikan hasratku, aku menolak karena aku ingin langsung bekerja tanpa harus masuk ke perguruantinggi yang diinginkan ayahku. Mendengar ucapan ku ayahku marah dan ia langsung memarahiku, aku hanya bisa diam dan menesteskan airmata , melihat tetesan airmataku ayahku berhenti memarahiku dan mencoba mendekatiku menanyakan sebenarnya apa yang aku inginkan,aku mencoba menjelaskan keinginanku. Aku kira ayah marah lagi setelah mendengar penjelasanku tapi ayah justru membentang seribu jalan agar aku bisa menggapai citacitaku.Ayah hanya menyuruhku mengerjakan pekerjaan yang aku sukai.

Semenjak itu aku mengerti peran seorang ayah tidak hanya menjaga,menafkai dan melindungi tapi ayah  juga sebagai teman dan guru, guru yang bisa memberi segala pengetahuan baik dari segi apapun memang ayahku pantas sebagai superheroku, superhero yang tak akan membiarkan aku sakit hati.

Ayah aku hanya ingin membuat bangga,meski yang terjadi tak selalu bisa sama dengan apa yang aku harapkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar