Siapa superheroku sebenarnya?
Ayah, iya ayah adalah superheroku saat ini ia
yang slalu mengerti mauku tanpa aku meminta. Walau pun rumah bagiku seperti ada
dalam penjara karena harus menaati peraturan peraturan yang ia berikan tapi aku
sadar yang dilakukan ayahku hanya untuk membentuk diriku lebih kuat,sebagai
gadis kecil yang akan menuju dewasa tak ada keberanianku untuk melawan setiap
perkataannya.
Saat aku malas berangkat sekolah aku ingat
betapa sulitnya ayah mencari uang ntuk biayai sekolahku,pulang dari bekerja
ayah tak memperlihatkan letihnya didepanku karena ia mengajarkan ku agar tidak
terlihat lemah,menghadapi lebih kesulitan, lebih tidak bergantung pada siapa
pun.
Ayahku memang bukan yang terbaik tapi ayahku
selalu berusaha menjadi yang terbaik untukku, kasihsayang selalu ia berikan
padaku ia banting tulang memperas keringat setiap harinya. Namun hanya senyuman
yang ia berikan,karena kebahagiaannya adalah melihat aku dan ibukku bahagia
Pada saat itu aku sudah lulus SMA ayahku menyuruhku
masuk ke perguruantinggi, kurasa aku sudah punya cukup keberaniaan untuk
menyampaikan hasratku, aku menolak karena aku ingin langsung bekerja tanpa
harus masuk ke perguruantinggi yang diinginkan ayahku. Mendengar ucapan ku
ayahku marah dan ia langsung memarahiku, aku hanya bisa diam dan menesteskan
airmata , melihat tetesan airmataku ayahku berhenti memarahiku dan mencoba
mendekatiku menanyakan sebenarnya apa yang aku inginkan,aku mencoba menjelaskan
keinginanku. Aku kira ayah marah lagi setelah mendengar penjelasanku tapi ayah
justru membentang seribu jalan agar aku bisa menggapai citacitaku.Ayah hanya
menyuruhku mengerjakan pekerjaan yang aku sukai.
Semenjak itu aku mengerti peran seorang ayah
tidak hanya menjaga,menafkai dan melindungi tapi ayah juga sebagai teman dan guru, guru yang bisa
memberi segala pengetahuan baik dari segi apapun memang ayahku pantas sebagai
superheroku, superhero yang tak akan membiarkan aku sakit hati.
Ayah aku hanya ingin membuat bangga,meski yang
terjadi tak selalu bisa sama dengan apa yang aku harapkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar